Sabtu, 05 Juli 2008

Bola Bekel atau Bola Golf


Anda pernah melihat iklan Djarum yang bertemakan Djarum Adventure "Anda bilang rintangan, kami bilang tantangan". Dalam iklan tersebut digambarkan bagaimana mobil jeep menembus rintangan alam yang ganas, bagaimana seorang pendaki menaklukkan jurang terjal nan tinggi yang penuh batuan cadas. Wow.. keren abis itu iklan! sesuai dengan tags line Djarum itu sendiri "Selera Pemberani". Sebenarnya hidup kita juga merupakan sebuah petualangan, tidak hanya sekedar perjalanan biasa karena seringkali ada gunung yang kita harus daki, ada jalan setapak, bahkan jurang terjal.

Hidup tak akan lepas dari masalah karena masalah itu adalah bagian dari hidup itu sendiri, suatu proses yang membuat kehidupan masa depan menjadi lebih baik. Ya.. dengan masalah itulah kita mampu meraih yang lebih tinggi, lampu ditemukan karena ada masalah keterbatasan terang bila memakai obor, handphone ditemukan karena masalah kabel pada telepon, ga mungkinkan Anda tenteng (bawa) telepon rumah kesana kemari. Saat solusi ditemukan, maka masalah bukan lagi masalah tapi lompatan ke jenjang yang lebih baik.

Masalah itu lebih banyak bicara tentang bagaimana sikap atau respon kita terhadap masalah itu sendiri. Bukanlah suatu rintangan bila kita menyikapi bahwa masalah adalah suatu tantangan

Bukanlah suatu kegagalan bila kita menyikapi sebagai bagian dari kesuksesan

Bukanlah pencobaan bila kita menyikapi sebagai suatu ujian

Bukanlah kesulitan bila kita menyikapi sebagai suatu permainan

Bukanlah suatu akhir kehidupan tapi suatu awal bagi kehidupan yang lebih baik

Nah..respon kita atas masalah sebenarnya ada 2, yakni respon bola bekel dan respon bola golf. Respon elastis dan respon keras. Bola bekel bila kita banting, ia akan memantul. Semakin keras kita membantingnya maka semakin tinggi pula dia memantul. Bola bekel saat dibanting dan menyentuh lantai ia akan menyerap energi bantingan untuk memantul lebih tinggi. Bola golf sebaliknya dia tidak menyerap energi bantingan, dia justru menerima energinya. Semakin keras kita membantingnya ke lantai "..prakkk!" semakin parah dampaknya pada lantai dan ia tak kan memantul.

Respon kita terhadap masalah seharusnya seperti bola bekel, respon bola bekel adalah :

1. Menerima bantingan dan bersikap elastis artinya menyadari bahwa masalah adalah bagian yang harus dijalani oleh semua manusia. Masalah adalah bagian dari proses pendewasaan dan kabar baiknya bahwa setiap masalah ada jalan keluarnya dan tak melebihi kekuatan kita sebagai manusia. Terburuknya bila masalah terasa berat dan no way out, jangan putus harapan karena there's a way up, kita bisa berserah kepadaNYA. Dengan menerima masalah dengan lapang dada, akan memudahkan kita untuk intropeksi, belajar dan berbenah lebih baik. Masalah adalah peluang untuk pembelajaran.

2. Menyerap energi, ada hikmat dibalik kegagalan atau masalah, ingatlah ada energi positif dalam kegagalan. Pertama, jika kita gagal, kita belajar bahwa ada sesuatu yang tidak berjalan semestinya, kedua kegagalan memberi kita kesempatan untuk mencoba dengan cara yang baru.

3. Memantul, artinya masalah hendaknya tidak membuat langkah kita terhenti. Life still goes on, hidup tetap berjalan. Bila kita menerima dan mengambil hikmah dari setiap masalah yang ada maka langkah berikutnya adalah melangkah kembali, bangkit dari keterpurukan dengan semangat dan optimisme.

Beberapa waktu lalu saya mendengar dari seorang pengusaha yang memiliki 90 kapal pengangkut batubara, satu kapal harganya belasan miliar. Seorang yang sukses, beliau mengawalinya dengan kegagalan di bisnis kontraktor, beliau jatuh bankrut namun tak menyurutkan optimisme untuk melangkah. Demikian halnya dengan Chris Gardner, seorang pemuda yang pernah hidup sebagai tunawisma dan kini pemilik Gardner & Rich Company perusahaan pialang saham dengan omset jutaan dolar. Atau Anda pernah mendengar kisah Sugeng, di acara Kick Andy. Di usia 19 tahun, Sugeng kehilangan satu kakinya karena kecelakaan. Dia berespon layaknya bola bekel, kini dia dengan beberapa anak buahnya membuat kaki palsu dan memotivasi orang-orang yang kehilangan kakinya, bukan itu saja Sugeng sedang mengerjakan proyek 1000 kaki palsu dari Kementerian Riset dan Teknologi bekerjasama dengan Kick Andy Foundation. Benarlah ungkapan Confisius "Our greatest glory is not in never falling, but in rising everytime we fail." artinya kemuliaan terbesar bukanlah terletak pada tidak pernah gagal, namun pada kebangkitan setiap kali kita gagal. Memantul seperti bola bekel, bukan memecah lantai seperti bola golf. Dahsyat selalu! (AB)

1 komentar:

rd.cahyono mengatakan...

Nice!
I think, more fatures such : tips, time stamp, map, blog counter, online games and other blogs link will make your visitor more interested.