Kamis, 14 Agustus 2008

Tambah Ruas Jalan...Pak!


Berkendaraan di Surabaya tak lagi menyenangkan seperti dulu. Pada jam-jam pergi dan pulang kantor banyak jalanan macet dan perempatan yang macet. Banyaknya kendaraan yang beredar di Surabaya dan tidak ada penambahan ruas jalan yang signifikan ditengarai sebagai penyebab macetnya Surabaya. Bila hal ini tak juga teratasi maka 5 tahun ke depan, jalanan Surabaya tak ubahnya seperti Jakarta yang lebih dulu terkenal sebagai benchmark kemacetan di dunia.

Tak adanya penambahan ruas jalan membawa dampak negatif yang cukup luas. Kemacetan menyebabkan waktu tempuh antar tujuan menjadi lebih lama, pemakaian BBM yang kian banyak, dan ditambah lagi dengan polusi udara yang kian parah. Coba bayangkan berapa banyak waktu kita yang terbuang hanya karena jalanan macet atau harus jalan memutar karena akses jalan terdekat ke tempat tujuan hanya ada satu itupun macetnya bukan main, akhirnya memilih untuk memutar. Sementara waktu tersebut harusnya dapat kita gunakan untuk lebih lama bertemu dengan keluarga, membangun komunikasi yang lebih berkualitas. Berapa banyak diantara kita setibanya di rumah sudah capek karena lelah diperjalanan dan inginnya cepat tidur. Berangkat kantorpun harus jauh lebih pagi karena jalanan yang dilalui macet. Waktu untuk keluargapun tersita karena kemacetan.

Karena jalanan pada macet maka pemakaian BBMpun lebih banyak, tarif angkot terpaksa mematok harga yang tinggi karena alasan BBM dan sopir angkot juga mengeluh karena dalam satu hari hanya 2 kali tarik. Biaya transport ini tentunya menyedot income bulanan yang diterima cukup banyak sehingga pemenuhan kebutuhan lainnya harus dikorbankan.

Coba bayangkan sebaliknya bila ruas jalan dan jumlah kendaraan sangat memadai artinya ruas jalan lebih banyak dari kendaraan yang beredar. Tentulah hal ini tidak menyebabkan kemacetan, kendaraan tidak perlu memutar cukup jauh dari satu tujuan ke tujuan lainnya. Hal ini menyebabkan tersedianya waktu lebih banyak bagi para keluarga karena pergi kerja lebih siang tak masalah tanpa takut macet, pulang kerjapun dapat segera sampai dirumah untuk bertemu anggota keluarga lainnya. Tentulah komunikasi dapat diupayakan lebih baik karena adanya waktu yang cukup. Pengeluaran keluarga untuk keperluan transport pun dapat berkurang sehingga dapat membeli kebutuhan lainnya.

Keuntungan dunia usahapun akan terasa bila ada penambahan ruas jalan baru. Waktu tempuh yang pendek tentu akan memperlancar jalur distribusi barang, biaya transport atau BBM juga berkurang, spare part kendaraan lebih awet, dan ongkos lemburpun dapat ditekan. Efisiensi ini tentu berdampak pada menurunnya biaya produksi yang ujungnya harga jual lebih kompetitif dan ini menguntungkan masyarakat sebagai konsumen.

Kalau kondisinya seperti itu, tentu akan menarik investor asing untuk berinvestasi di Indonesia apalagi kebijakan dan peraturan lainnya mendukung. (AB)

Tidak ada komentar: