"Abang tukang bakso, mari mari sini aku mau beli..." Kita semua familiar dengan lagu ini. Bahkan para peserta Amazing Race Asia sewaktu berpetualang di Jakarta pun menyanyikan lagu ini sambil mendorong rombong bakso. Lagu ini memang tak lepas dari merakyatnya bakso di seantero nusantara. Dari pejabat negara sampai rakyat kecil terbiasa makan bakso. Dari perumahan mewah sampai kampung-kampung kumuh tak lepas dari abang tukang bakso dan rombong-nya.
Karena begitu merakyat-nya bakso di lidah orang Indonesia maka tak pelak bakso telah menciptakan lapangan kerja yang tak sedikit jumlahnya. Mungkin di Indonesia ada puluhan ribu abang tukang bakso yang tersebar di berbagai pelosok. Ini tentunya menggerakan usaha lainnya. Berapa banyak sapi yang terjagal setiap harinya guna memenuhi kebutuhan daging sapi, Berapa banyak tepung, mie, sayuran dan lainnya. Ini bisnis besar bung! alasan inilah yang mendorong abang tukang bakso harus melakukan perbaikan dalam mengemas bisnis ini, maka muncullah kini abang tukang bakso modern yang hadir di mal-mal ada Mister Baso, Bakso Lapangan Tembak, Bakso Kota dan masih banyak lainnya. Mereka tak hanya jago membuat bakso tapi juga mengelola modal kerjanya, hadir di mal dan dengan konsep resto tentu membutuhkan modal besar. Mereka juga hadir tidak perlu mengusung rombong-nya, konsep resto, bersih, ber-AC, dan nyaman ditawarkan pada para pecinta bakso. Tentunya para pecinta bakso harus merogoh kocek lebih dalam namun toh ini tak jadi masalah asal taste sepadan.
Kehadiran bakso modern ini tak serta merta membuat bakso tradisional tergeser karena target pasar mereka juga berbeda dan jumlah bakso modern juga relatif sangat sedikit. Bakso tradisional juga menghadapi isu penggunaan borax dan formalin, toh hal itu tak juga menyurutkan pecinta bakso.
Fisik bakso pun kini hadir bukan cuma bulat namun juga berbentuk kotak dan bukan cuma berisi daging sapi tapi juga ada yang berisi keju. Beberapa bahkan menghadirkan bakso bakar. Apapun inovasinya, dimaksudkan agar bakso tidak kalah dengan jenis masakan lainnya. Sayang ditengah era perubahan yang demikian cepat masih banyak abang tukang bakso yang kehidupannya tak sesuai harapan.
Adalah Cak No, abang bakso yang lebih dari 25 tahun tekun berjualan bakso di depan sekolah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar