Dulu Indonesia terkenal dengan budaya sopan santunnya. Sopan dalam berbusana dan bertindak serta santun dalam berbicara namun agaknya budaya itu kian luntur saat ini. Era globalisasi dan arus informasi yang begitu bebasnya masuk ke negara kita selain membawa pengaruh positif juga membawa pengaruh negatif sebagai dampaknya. Budaya barat dengan bebasnya masuk ke negara kita, salah satunya budaya berbusana. Budaya berbusana seronok pun tak lagi seronok dengan dalih mengikuti "perkembangan mode".
Sejak saya tidak lagi berkantor di perusahaan orang lain, saya memiliki banyak tempat yang bisa saya jadikan kantor. Salah satu kantor favorite saya adalah food court mall. Kenapa? Karena tak perlu bayar sewa dan service charge namun saya mendapatkan meja dan kursi gratis plus AC, lampu, bahkan listrik gratis karena ada beberapa colokan yang bisa saya gunakan saat baterai laptop saya habis. Mau tahu kelebihan lainnya? Kalau di kantor perusahaan dulu pemandangannya membosankan karena hanya ada tumpukan file-file, mesin foto copy, meja rekan saya dan rekan-rekan kerja yang setiap hari saya temui selama bertahun-tahun. Boring tahu! Sementara kantor saya yang baru ini, pemandangannya beragam dan berbeda tiap hari, belum lagi kalau udah capek masuk deh ke Cinema XXI Enak kan? Haha… cukup dengan modal laptop, biaya parkir, biaya teh gopek, dan ongkos toilet. Itupun sering saya atur dengan waktu menjemput istri saya yang cuantikk! lebih hemat dan efisien kan? Bahkan banyak artikel di blog ini, saya buat waktu ngantor di mall.
Siauce-siauce sudah tidak malu lagi memakai busana yang memamerkan PAHA tak ubahnya KFC men-display paha ayamnya. Belum lagi tante-tante juga ikut-ikutan, rupanya si tante ga sadar bahwa kulitnya mulai berkeriput kok ikutan pameran hi..hi... Sebagai orang laki-laki saya tak munafik seneng juga hehe...tapi dihati ini miris dan prihatin. Saya hanya berpikir bagaimana Michele anak saya berbusana saat remaja nanti. Tentu jangan sampai terbodohi oleh hal semacam ini walaupun berkedok dibalik perkembangan mode.
Saya heran kenapa kita sebagai orang timur yang beradab, yang menjunjung etika termasuk dalam berbusana kok mau-maunya dibodoh-bodohi budaya asing yang belum tentu cocok dengan kepribadian kita, namun dengan bangganya bersembunyi dibalik "perkembangan mode" apa benar? Bukankah masih buanyak gaya berbusana yang lebih sopan, anggun, dan bersahaja namun tak ketinggalan jaman tanpa menggelar PAHA & DADA Expo.
Coba Anda renungkan adakah korelasi antara gaya berbusana PAHA Expo dengan tingkat seks bebas dikalangan generasi muda kita yang kian hari kian mengkhawatirkan? atau mungkin saya Ayah yang ketinggalan jaman? Bagaimana menurut Anda? (AB)

1 komentar:
Bravo...sukses selalu, pahanya oke lho boss. Oia, skrg aku beralih ke blog lain, tolong dikomentari yach di www.ojodumeh.oggix.org
Posting Komentar