Sebagian besar kita pernah mendengar cerita ini, suatu cerita seru tentang pertempuran yang tak seimbang. Daud adalah seorang pemuda ingusan bermental baja, pemuda yang biasa menggembalakan kawanan kecil domba ayahnya. Tak memiliki pengalaman apapun tentang perang karena memang bukan prajurit. Sementara Goliat adalah seorang pahlawan gagah berani, tentara terlatih yang ditakuti musuh-musuhnya.
Dikisahkan ketika itu Daud dan Goliat bertarung satu lawan satu dengan konsekuensi siapapun yang kalah, akan diikuti penyerahan diri seluruh pasukannya tanpa syarat kepada pasukan pihak pemenang. Banyak orang meragukan Daud dengan segala keterbatasannya, sebagian besar mengolok, mengejek, bahkan banyak yang sudah menganalisa kekalahan Daud dengan analisa SWOT hehe..Saat menghadapi Goliat, Daud tidak menggunakan satupun dari attribut perang, dia lebih nyaman tampil dengan attribut seorang penggembala. Dengan hanya mengenakan baju gembala, membawa tongkat, sebuah pengali-ali (ayunan tali yang ujungnya ditempatkan sebuah batu) atau orang jawa bilang ketapel dan lima buah batu kali. Daudpun siap maju berperang. Gile...!
Pada waktu yang ditetapkan Daudpun berada di lembah pertempuran berhadapan dengan Goliat. Goliat terpingkal-pingkal melihat anak ingusan menghadapi sang pahlawan. "Hahaha... kamu pikir aku anjing ya.. kok kamu hadapi aku pakai tongkat segala! haha... "ledek Goliat. Dan "Ggeerrr..." seluruh pasukan Goliatpun tertawa sejadi-jadinya. "Busyet...aku ditertawain mereka deh!" kata Daud dalam hatinya. Lalu Daud berteriak lantang, "Kamu datang dengan membawa pedang tapi aku datang dengan keyakinan dan kamupun akan aku kalahkan!!" Tak menunggu lama lagi, Goliat berjalan maju kearah Daud, sementara Daud berlari mendekati Goliat sambil mengayunkan pengali-nya. Daud mengarahkan pengali-nya kearah dahi Goliat yang terbuka karena semua bagian tubuh Goliat terlindungi baju perang termasuk mengenakan topi perang dan terlepaslah sebuah batu, menghujam dahi Goliat. Hantaman batu itu merobohkan Goliat seketika itu juga. Tumbang pula kemustahilan.
Persaingan dunia usaha kerap sekali seperti Daud vs Goliat, saat pemodal besar atau perusahaan skala nasional merangsek ke pasar berhadapan dengan pengusaha lokal yang notabene bermodal pas-pasan. Perusahaan besar dengan mudah membombardir pasar dengan potongan harga, banting harga dengan belanja iklan di media massa, billboard dan media lain yang menelan dana miliaran rupiah guna membangun marketshare. Perusahaan lokal tak kan mungkin menang dengan strategi banding harga ataupun iklan karena dana terbatas, bila dipaksakan perusahaan lokal tak mungkin bergerak dinamis layaknya Daud dipaksa mengenakkan baju perang sang raja. Ini upaya mengurangi usia perusahaan sebelum masuk "liang kebangkrutan". Karena resources yang berbeda maka strategi perusahaan lokal haruslah berbeda pula dengan perusahaan besar. Just be your self! Focus on what you have. Kerjakan apa yang bisa dilakukan dengan resources yang dimiliki, tidak perlu meniru langkah pesaing, tidak perlu mengikuti ritme permainan pesaing Anda namun sebaliknya Anda harus berbeda, mainkan ritme Anda sendiri karena resources pesaing berbeda dengan yang Anda miliki.
Seringkali memenangkan persaingan usaha yang demikian kompleks hanya dibutuhkan cara yang sederhana, sama seperti Daud hanya butuh pengali-ali dan batu kali maksudnya berikan pandangan kepada pesaing Anda bahwa Anda bukan tandingan yang sebanding walaupun ada strategi dan kekuatan yang luar biasa yang Anda miliki. Strategi ini akan membuat pesaing besar Anda tidak merasa terancam, biarkan dia besar kepala karena disitulah akan terlihat kelemahannya. Di saat "singa" sedang tidur Anda bergerak proaktif artinya langkah Anda harus selalu one step a head.
Pesaing tidur, Anda bangun
Pesaing jalan, Anda berlari
Pesaing lari, Anda terbang
Sam Walton pendiri Wal-Mart pernah berujar "Anda tak kan bisa menang dengan Wal-Mart dalam strategi harga murah tapi Anda bisa kalahkan Wal-Mart dengan excellent service" Perkataan Sam ini ditujukan pada retailer lokal. Hal ini benar karena slogan Wal-Mart adalah every day is low prices dan dengan kekuatan Distribution Center dan jumlah outlet yang menyebar di seluruh antero Amerika, tentu mereka dapat harga murah dari supplier. Di Indonesia ini berlaku pula pada Hypermart, Carrefour, Giant, Alfamart ataupun indomaret. Mainkan excellent service, sentuhan layanan personal sangat diperlukan dan ini hanya memerlukan pelatihan konsisten. Untuk kegiatan promosi manfaatkan word of mouth tidak perlu dana yang besar karena Anda hanya menggunakan kepuasan pelanggan sebagai trigger untuk memberitahu teman dan keluarga mereka. Lakukan strategi marketing yang berbeda namun sederhana. Bila perusahaan Anda di bidang supermarket, sering-seringlah buatlah acara incip incip dan program aktivasi untuk produk non food, tujuannya agar ada pengenalan produk serta daya tarik keramaian. Bila ada lucky draw dari supplier, mintalah dikemas dalam bentuk game attraktif yang melibatkan customer. Buatlah juga even dengan lingkungan sekitar / customer misalnya jalan pagi, bike for health, aerobik, lomba menggambar, fashion show untuk balita / anak TK, supermarket trip dan lain lain, semua even tersebut bisa bekerja sama dengan beberapa supplier dan lakukan secara rutin. Bagi yang memiliki toko sport Anda bisa sediakan mini golf yang perlu space tak kurang 2x2m buat incip-incip, atau mensponsori pertandingan bulu tangkis amatir dalam komunitas tertentu antar team, apalagi nampaknya ada demam bulu tangkis di beberapa kota dan inipun memungkinkan kerjasama dengan supplier, dan even kreatif lainnya.
Pemain lokal dapat bergerak lebih fleksibel / dinamis dalam mengadakan kegiatan promosi yang inovatif dengan budget dana kecil sementara pemain besar biasanya birokrasi terlalu panjang, ini celah yang bisa dimanfaatkan pemain lokal untuk menciptakan positioning yang berbeda. Jadilah Daud yang lincah, cerdik serta proaktif mencari celah lawan. Sukses bos.. (AB)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar