Rabu, 25 Juni 2008

Hidden Treasure


Kehidupan di sekitar kita seringkali terlihat bagaikan suatu ironi. Ada banyak orang memulai sesuatu di titik yang sama namun hasilnya jauh berbeda. Pendidikan boleh sama, status sosial boleh sama, lingkungan boleh sama namun hasilnya tidak selalu sama bahkan sering extremely different. Sama-sama berawal sebagai pekerja serabutan namun yang satu menjadi seorang Direktur sementara banyak yang lain tetap sebagai pekerja serabutan, ironisnya dalam rentang waktu yang sama. Atau bahkan berawal dari kondisi yang benar-benar hopeless seperti Chris Gardner, seorang tunawisma namun berakhir sebagai milyuner, atau seperti Sudono Salim, sebagai perantau yang tak memiliki apapun setibanya di Indonesia namun berakhir sebagai konglomerat.

Input boleh sama namun output berbeda, hal ini karena prosesnya berbeda. Proseslah yang menentukan hasil. Proses seperti apa yang membedakan mereka yang berhasil dan yang bukan. Proses itu tidak terkait tingkat pendidikan, status sosial, tingkat ekonomi atau bahkan nasib baik. Ini semua terkait proses yang secara kontinyu harusnya melekat pada diri manusia sejak dia lahir dan bahkan sampai akhir hidupnya, yakni proses pembelajaran.

Proses pembelajaran mutlak harus ada dalam diri setiap manusia di setiap hari dia menjalani hidup. Inilah inti dari kehidupan manusia, hidup adalah belajar dan belajar untuk hidup yang sejati. Kenapa kita harus terus belajar? karena tanpa proses ini, sejatinya manusia meninggalkan hakikat hidupnya. Tanpa proses ini manusia tak lebihnya sebagai makhluk hidup yang menjalani hidupnya secara monoton, hanya sekedar mempertahankan kelangsungan hidupnya (menjalani hidup apa adanya), bukan untuk meraih hidup yang seharusnya, padahal Sang Pencipta menciptakan manusia serupa dan segambar denganNYA bukan sekedar mahkluk hidup semata.

Ya.. serupa dan segambar denganNYA. Namun ini bukan tiba-tiba muncul namun perlu diupayakan dengan sekuat tenaga, dengan segenap hati, dengan segenap pikiran. Upaya itu berupa pembelajaran dari waktu ke waktu, dari hari ke sehari. Upaya ini dilakukan bukan semata-mata melalui pendidikan formal ataupun pendidikan non formal. Proses pembelajaran dapat terjadi kapan saja, dimana saja dan dalam kondisi apa saja. Proses ini berhubungan dengan semua indera kita sebagai manusia. Dari mata, kita bisa membaca, melihat, mengamati. Dari telinga, kita bisa mendengar, menyaring suatu informasi. Dengan tangan kita bisa belajar berbagai pekerjaan dengan baik, mengetik, melukis, memainkan alat musik, dan sebagainya. Dari otak, kita bisa berpikir, mengasah instuisi, menganalisa, memilih keputusan, dan memerintahkan seluruh anggota tubuh kita sebagai instrumen pembelajaran. Dan memang sebenarnya itulah tujuan kita diciptakan untuk membangkitkan potensi yang sangat luar biasa dalam diri kita melalui proses pembelajaran.

Dengan belajarlah kita bisa meraih kapasitas maksimum yang telah Sang Pencipta rancangkan untuk kita. Berhenti belajar berarti kita menyia-siakan kehidupan itu sendiri. Dengan belajar pulalah kita dapat mengejar dan mengetahui kebenaran dan tujuan kita berada dalam dunia ini. Proses pembelajaran inilah yang menjadi inti dari kesuksesan, inti dari pencapaian kebahagiaan, inti dari pencapaian kesejahteraan. Karenanya jangan membuang waktu dengan mengabaikan proses penting ini, sebaliknya gunakan sebaik mungkin waktu yang ada untuk senantiasa belajar.

Proses belajarlah yang menjadikan perusahaan sebesar Toyota, General Motor, Wal Mart dikagumi di kancah international. Astra, Unilever di segani di Indonesia dan banyak lagi perusahaan besar lainnya. Mereka besar karena sumber daya di dalamnya adalah pembelajar, dari eksekutif puncak, level manajemen madya bahkan level terbawahpun di tekankan pada proses ini. Kisah seorang Chris Gardner, William Soeryajaya, Teddy P Rahmat, Bill Gates dan ribuan orang sukses lainnya pun semua berawal dari nol. Dengan belajar, 'zero menjadi hero'.

Potensi yang terpendam dalam diri manusia harus terus di explore dengan pembelajaran agar pelipatgandaan kemampuan atau kapasitas dapat terjadi. Proses pembelajaran ini tidak dapat dilakukan asal-asalan tapi harus dikerjakan dengan ketekunan dan dengan spirit of excellent. Excellent is not found in being the best but doing your best.

Dengan melakukan yang terbaik dari pekerjaan yang kita miliki hari ini akan membuat pemahaman yang lebih baik dari pekerjaan kita saat ini dan pemahaman yang lebih baik akan membuat kita dapat berupaya kreatif untuk bekerja lebih efektif. Bekerja dengan efektif tentunya akan membuat kemampuan kita untuk pekerjaan tersebut menjadi lebih baik lagi sehingga dari biasa menjadi luarbiasa, dari amatir menjadi profesional. Bila proses belajar ini secara konsisten berjalan seiring waktu berjalan, seiring dengan penambahan usia maka makin bertambah usia, bertambah pula kemampuan, bertambah kemampuan akan menambah value dan akhirnya bertambah pula kesejahteraan kita.

Inilah yang dimaksud hidden treasure harta terpendam kita yang kadang tidak disadari oleh manusia yang tidak melek akan proses belajar. (AB)

1 komentar:

Stephanie Lie mengatakan...

setuju pak memang kita mesti belajar terus menerus untuk menambah wawasan kita