Jumat, 20 Juni 2008

Superman vs Anda dan Saya


Sosok Superman yang kita tahu adalah sosok yang low profile, Clark Kent adalah orang yang kalem, sederhana, berkaca mata dan bekerja sebagai jurnalis (jangan bayangkan seperti penulis walaupun ada miripnya) :-). Namun dibalik sosok seperti itu, Clark Kent adalah seorang Superman yang siap membantu bila dibutuhkan, sosok yang tangguh dan dapat diandalkan. Clark Kent tidak terlepas dari sosok Superman, demikian pula sebaliknya. Ini menjadi satu kesatuan yang tidak dapat terlepas. Clark Kent tahu potensi yang dia miliki bukanlah untuk pamer kekuatan, bukan pula untuk kepentingan dirinya sendiri tapi untuk kepentingan kehidupan manusia. Kitapun punya potensi yang luar biasa yang perlu kita kembangkan guna memberi kontribusi buat kehidupan umat manusia. Manusia adalah unique artinya bahwa manusia itu special, manusia pasti berbeda dari manusia lain. Dari 6 miliar penduduk bumi, hanya ada Anda seorang, hanya ada saya seorang tak ada yang bandingannya. Siapapun Anda, Anda direncanakan untuk berkontribusi bagi kehidupan umat manusia dengan potensi yang Anda miliki, potensi yang berbeda untuk peran yang berbeda pula. Tak peduli berapa besar atau kecil peran Anda, namun peran Anda begitu penting bagi kehidupan universal. Sama seperti tubuh kita yang memiliki beragam organ yang bentuknya berbeda namun tetap memiliki peran penting, ketiadaan salah satu organ membuat tubuh kita kurang sempurna. Demikian pula dengan kehidupan Anda. Tanpa Anda dunia inipun kurang sempurna. Masalahnya terletak pada apakah Anda telah mengembangkan atau mengekplorasi potensi yang telah TUHAN berikan untuk Anda. Dalam cerita fiksi, Superman ada untuk memberi kontribusi untuk umat manusia dan dalam dunia nyata Anda dan sayalah Superman itu. Ya.. kitalah manusia yang direncanakan Sang Pencipta untuk memberi warna bagi dunia. Kita punya potensi yang mampu mengerjakan hal-hal yang Super, hal-hal yang luar biasa (walaupun sebagian orang melihat peran kita kecil) namun semaksimal kita menggunakan potensi kita, kita telah melakukan hal-hal luar biasa di mataNYA. Seperti halnya Clark Kent yang tetap rendah hati dengan potensinya, demikian pula halnya dengan kita. Kita layak bersyukur atas potensi yang telah dikaruniakanNYA bagi kita dan tetap rendah hati bila potensi itu telah berkembang dan berdampak bagi kehidupan manusia. (AB)

Tidak ada komentar: