Rabu, 25 Juni 2008

Are You Still in The Box


Musuh utama dari kemajuan dan pertumbuhan adalah rasa takut. Rasa takut ini membatasi pikiran dan tindakan kita layaknya sebuah kotak dan kita berada di dalamnya. Ketakutan itu menyamar sebagai rasa aman, rasa puas diri, dan juga rasa nyaman dalam diri kita. Hal ini yang membuat kita enggan melakukan sesuatu yang baru, sesuatu yang menantang, sesuatu yang belum pasti. Kotak ini membuat kita lamban terhadap perubahan, kotak ini pula yang membuat kita tidak dapat melompat jauh lebih tinggi.

Mereka yang in the box bukan lagi fokus pada penambahan kapasitas namun kenyamanan dengan kapasitas yang ada. Pernah ada store manager saya, mengatakan dengan arogannya "Saya punya pengalaman 20 tahun dan saya bekerja dengan baik jadi ga perlu bicara peningkatan kerja pada saya." Usia dan keluarga juga menjadi alasan utama mereka dan masih banyak alasan lainnya yang sebenarnya mencerminkan ketakutan, kekuatiran dan pesimisme mereka serta tanpa disadari ini mengurung potensi terbaik mereka.

Mereka salah mengajukan pertanyaan saat keinginan untuk out of the box muncul. "Ah.. ngapain aku harus merubah gaya kepemimpinanku dan membenahi sistem kerja perusahaan, dengan cara gini aja aku bisa membesarkan perusahaanku kok!" ujar salah seorang pengusaha di Jawa Timur. Dan kini usahanya tambah maju deh.. ke belakang maksud saya. Harusnya pertanyaan tadi dirubah bagaimana bila perusahaanku makin bertambah besar saat aku melakukan perubahan. Nah itu pertanyaan optimisme bukan arogansi bung!

Saat saya memutuskan untuk memulai usaha sendiri sebagai trainer dan konsultan, serta meninggalkan tawaran posisi GM dan fasilitas yang ada, hal yang sama juga saya rasakan. Berat memang karena semuanya diawali dari nol lagi. Saya menumbuhkan optimisme dan keberanian out of the box dengan mengajukan pertanyaan yang tepat. Bagaimana kalau keputusan memulai dari nol ini akan membuat hasil yang berlipat-lipat dan memberi kontribusi jauh besar dalam pengembangan banyak manusia serta mampu mencapai impian saya lebih cepat.

Out of the box artinya bahwa kehidupan adalah proses yang tiada henti untuk belajar lebih baik dan lebih baik. Menurut saya kalau orang terlalu lama in the box bisa-bisa dipaketkan ke tempat yang tak dikehendaki orang itu sendiri. Sama seperti rumah bila dibiarkan saja tanpa melakukan perubahan apapun maka rumah tadi akan semakin menurun kondisinya alias rusak. Sama juga seperti karir store manager saya yang akhirnya dipaket keluar kantor alias di PHK. Nah kalau udah gitu repot kan? Tanyakan pada diri kita sebelum dipaket-kan are you still in the box? (AB)

Tidak ada komentar: