Banyak diantara kita yang menjalani kehidupannya berdasarkan perkataan orang lain. Perkataan orang tua, perkataan sahabat, perkataan pasangan ataupun perkataan orang yang sebetulnya tidak mereka senangi. Perkataan orang lain ini dikemas berupa nasehat, pendapat, masukan, kritikan, anjuran bahkan tidak jarang dikemas negatif dalam bentuk sindiran, makian dan hinaan. Perkataan orang lain ini kadang bertujuan untuk "kebaikan" kita (menurut mereka) bahkan tak jarang untuk merendahkan kita. Anehnya sebagian dari kita menyetujuinya, menerimanya dan merasa bahwa kita memang seperti yang mereka katakan dan ini menjadi sebuah citra atau konsep diri. Akhirnya kehidupan kita seperti sebuah produk / cetakan dari perkataan lingkungan di sekitar kita atau kita adalah cetakan dari bagaimana lingkungan memperlakukan kita. Pertanyaannya adalah apakah memang kita dilahirkan di dunia ini seperti yang mereka katakan atau yang mereka yakini tentang kita ? Coba renungkan! Benarkah yang mereka katakan tentang kita? Tentang kegagalan kita? Tentang masa lalu kita ? bahkan tentang masa depan kita ? Bagaimana bila mereka salah tentang kita dan celakanya kita hidup atas perkataan mereka ? Wow… jelas kita rugi banget dan menyesal seumur hidup, bukan hanya seumur jagung lho… hehe Lalu kepada siapakah kita menanyakan hal ini ? sama seperti sewaktu saya membeli Laptop yang saya gunakan untuk menulis artikel ini, sebelum saya dapat menggunakannya secara maksimal feature- feature-nya saya harus melihat pada buku manualnya, buku yang disusun oleh yang menciptakan Laptop saya. Demikian pula dengan kehidupan kita, seharusnyalah kita bertanya kepada yang menciptakan kita, bukan menyakini apa yang dikatakan oleh orang lain tentang kita. Apa kata TUHAN tentang saya ? menjadi pertanyaan penting guna menemukan konsep diri yang benar. Saya pribadi sangat yakin bahwa kita ada di dunia ini bukanlah suatu kebetulan, bukan suatu rancangan kedua orang tua kita, bukan pula suatu kesalahan dari orang tua kita karena sebagian kita tidak diinginkan kelahirannya. Kita ADA karena TUHAN MENGINGINKANNYA tak peduli bagaimana latar belakang dan keadaan kita. Kita ADA karena ada RANCANGAN yang harus kita jalankan, suatu rancangan yang luar biasa, asalkan kita dapat memandang diri kita seperti TUHAN melihat kita. Kita mulia, precious / berharga dan DIA mengasihi kita, tak peduli bagaimana orang lain memandang kita. DIA memandang kita special, unique dan DIA menaruh potensi yang luar biasa dalam hidup kita. (AB)
Jumat, 20 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar